Cara Mengoprasikan Blog

Posted: 1 June 2010 in Terbaru

Cara Mengoperasikan Blog

Mungkin artikel ini udah terlambat, terutama buat kita para blogger. Tapi mungkin juga tidak, karena bila kita selama ini melakukan kesalahan atau kesalahpahaman tentang blog, maka artikel ini insya Allah mampu mengembalikan kesadaran kita.

Diambil dari : Inc.com’s The Top 10 Things You Should Know Before You Blog, 10 hal yang harus diketahui sebelum nge-blog adalah :

  1. Semua orang punya opini – buatlah hitunganmu berdasarkan fakta, referensi dan validitas.
  2. Isi, isi, isi, link, isi, link, isi, isi, isi, isi
  3. Bersiaplah untuk membagi waktu 70% untuk ng-blog dan 30% untuk maintenance dan updating, tapi untuk awal 40% nge-blog dan 60% maintenance sampai blogmu cukup stabil dan mantafff
  4. Raihlah lebih banyak dari sekedar teman dan relasi. Bicaralah pada dunia, atau setidaknya pendengar yang lebih luas.
  5. Inginlah ditemukan dan dicatat – pikirkan SEO dan kata kunci
  6. Ejaan, ejaan, ejaan, tata bahasa, ejaan
  7. Tulislah dalam kalimat penuh (perlu ndak yah?)
  8. Jangan berasumsi! (hehe..ketahuan deh)
  9. Jangan membaca pikiran dan asumsikan orang lain membaca milikmu
  10. Ramahlah dan ucapkan terima kasih pada mereka yang berkontribusi dan membantu blogmu.

Pertanyaan yang sederhana, sesederhana pertanyaan “apa sih blog itu?” Tapi harus dijawab dengan cukup cerdas. Bukan dengan jawaban asal yang akhirnya malah menjerumuskan seseorang pada nge-blog yang sia-sia dan mudah menyerah nantinya.

Kebutuhan Blog

Pertama tentu saja perangkat blog seperti wordpress, b2evolution, expression engine, dll. Kamu bisa memilih salah satu diantaranya. Tapi kalo pengen yang memiliki tutorial lengkap terutama bahasa Indonesia, kamu bisa memilih WordPress seperti blog ini.

Yang kedua adalah hosting. Ruang kecil di Internet yang akan menjadi tempat akses blogmu selama 24 jam sehari 7 hari seminggu 12 bulan setahun. Hosting ada yang gratis seperti awardspace.com, 100webspace.com, dll. Kamu bisa menggunakan Google.com untuk mencarinya.

Namun, agar lebih gampang kamu bisa menggunakan perangkat blog yang telah terinstall dan siap pakai. Kamu bisa memilih antara wordpress, blogger, blog.com, livejournal, my opera, blogsome, blogdrive, dll. Dengan memakai blog siap pakai, kamu hanya perlu mendaftar, maka mereka akan menyediakan blog secara instan. Biasanya hanya perlu 2–5 menit saja prosesnya.

Kamudian kamu juga butuh VISI, seperti apa blog itu nantinya. Lalu kamu tinggal memasukkan kata-kata dan gambar sesuka hatimu sesuai dengan visi awal blogmu.

Apakah Butuh Keahlian Komputer?

Bisa jadi, tergantung. Jika kamu bisa mengisi formulir, berarti kamu bisa nge-blog.

Jika kamu ingin bermain dengan design halaman, menggalinya lebih dalam ke kode, membuat blogmu berputar, salto berdiri dengan satu tangan, atau apa saja, maka kamu bisa melakukannya sesuai kemampuanmu.

Komputer itu hanya akan secerdas orang yang menggunakannya. Jika kamu memiliki kemampuan dalam hal teknis, maka lakukanlah. Tapi jika kamu hanya bisa mengetik, maka sebatas itulah yang kamu dapatkan. Kamu akan mendapat sesuai kemampuanmu.

Mungkin akan membingungkan pada awalnya, dengan kata baru, dengan konsep baru, tapi setelah mengerti kata-kata tersebut, setelah cukup nyaman dengan aneka tombol yang ada, maka semuanya terserah kamu.

Nge-blog membutuhkan skill yang sedikit. Nge-Blog sangat gampang. Tapi ia akan membutuhkan banyak keahlian untuk memeliharanya.

Yang Dibutuhkan untuk Memelihara Blog

Nge-Blog sangat mudah, kamu ndak harus kuliah untuk bisa nge-blog. Anak eSDepun bisa nge-blog bahkan bayipun ngeblog. Bagian tersulit adalah memelihara agar blog tetap eksis. Nge-blog dari hari ke hari, membuat cerita dan opini, fotografi dan gambar. Inilah keahlian sesungguhnya.

Maka, inilah hal sesungguhnya yang dibutuhkan untuk nge-blog :

  1. Hasrat
  2. Cinta
  3. Antusiasme
  4. Penentuan
  5. Ketekunan
  6. Rencana
  7. Kejelasan
  8. Fleksibel
  9. Kejelasan Pemikiran
  10. Kemampuan bekerja Sendirian
  11. Kemampuan bekerja tanpa dukungan
  12. Membaca blog
  13. Semangat
  14. Visi
  15. Hubungan dengan blogger lain
  16. Harapan
  17. Impian untuk membuat dunia lebih baik
  18. Kegemaran belajar

Nah, buat kamu yang belum memiliki hal-hal diatas, segera pupuk dan tanam sedini mungkin, agar kita ndak menuntut orang lain sering berkunjung ke blog kita, tapi kita juga bisa memberikan yang terbaik dari tiap kunjungan mereka.

Saat ini, WordPress (WP) udah sampai di versi 2.1. WP adalah proyek Open Source alias gratisan yang telah dipakai untuk blogging hingga menembus jutaan blog. Dengan WP, kamu bisa memiliki layanan WordPress.com di ISP servermu sendiri. Jadi kamu bisa mendapatkan kontrol penuh blog, baik tampilannya maupun isinya. WP sangat mudah dikelola, tampilannya menggunakan template dan saat ini udah ada ratusan plugins. Dan yang paling penting WP ini GRATIS !! Nah, buat kamu yang belum punya WordPress, silahkan download disini

Insya Allah di blog ini, kami akan banyak sekali mengulas masalah WordPress. Bahan-bahannya banyak disarikan dari buku Visual QuickStart Guide WordPress 2 By Maria Langer, Miraz Jordan. Buku ini cukup lengkap membahas masalah WordPress. Namun karena masih dalam bahasa Inggris, mungkin buat para blogger Indonesia masih terlalu susah dan malas untuk mempelajarinya. Nah, blog ini akan menyajikannya secara mudah untuk anda. Kami juga mengambil bahan-bahan dari Dokumentasi WordPress dan juga dari forum-forum support WordPress.

WP menyediakan cukup banyak bahan untuk dibicarakan, jadi blog inipun insya Allah tak akan kekurangan bahan utnuk dijadikan artikel. Oleh karena ini, bila kamu termasuk pemula atau ndak terlalu lama belajar tentang blog khususnya WP, maka blog ini adalah tempat wajib untuk selalu dikunjungi.

Biar ndak gampang ilang, sebaiknya blog ini di bookmark atau dimasukkan ke dalam daftar linkmu. Oke, kami ucapkan selamat berkunjung, selamat belajar, dan insya Allah kita akan jumpa di artikel-artikel yang akan datang.

Jika anda memilih menggunakan pendekatan cara praktis sebelumnya untuk memulai blog wordpress.com anda, dan anda serius ingin memulai nge-blog, berikut ini adalah instruksi selangkah demi selangkahnya.

1. Buat Sebuah Rencana untuk Blog Anda

Anda ingin mempunyai sebuah blog. Sekarang anda sudah punya satu. Apa yang akan anda lakukan dengan blog itu?

Pertanyaan ini sepertinya sederhana, tetapi tidak demikian. Apa yang akan anda lakukan dengan blog itu? Apakah blog anda punya sebuah tujuan dan alasan yang jelas? Apakah anda ada ide akan menulis tentang sesuatu di blog yang baru anda punya itu? Atau anda baru saja punya blog karena melihat orang lain memiliki blog? Pikirkan itu sekarang.

Jika anda adalah orang baru dalam dunia blog, pelajari dulu apa sih blog itu dan lihatlah orang lain bagaimana mereka nge-blog tentu lewat tulisan-tulisannya. Coba cek dan kunjungi blog-blog yang sebelumnya telah ada melalui Technorati, Memeorandum, dan Google Blogsearch untuk melihat apa yang dilakukannya dan bagaimana mana mereka menulis atau nge-blog.

Kunjungi juga WordPress.com Blogs of the Day yang menampilkan blog-blog populer dengan berbagai bahasa yang ada di wordpress.com. Jika anda telah login (masuk) di WordPress.com, ketika anda melihat blog WordPress.com seperti yang ini, anda akan melihat juga bar-biru pada bagian atas setiap halaman. Pada sebelah kanan bar berwarna biru itu ada tautan untuk menuju “Next Blog� (dengan tanda panah menghadap ke kanan). Klik saja itu dan anda akan di bawa ke blog wordpress.com yang lain secara acak. Dengan nge-klik bar biru itu maka anda akan melihat aktifitas blogging yang dilakukan komunitas WordPress.com. Saat ini ada lebih dari 700.000 blog wordpress.com, jadi anda mempunyai banyak contoh-contoh blog dengan berbagai gaya-style.

Untuk memulai proses pembuatan rencana blog yang anda buat, buatlah sebuah daftar 10 hal yang akan anda jadikan bahasan blog. Jika anda hanya memiliki sedikit visi/tujuan, yah minimal cukup dengan 5 atau berapa saja. Di bawah setiap hal yang anda telah tetapkan itu buatkah daftar lagi yang lebih spesifik untuk masing-masing topik. Contohnya seperti (blognya lorrele) dibawah ini:

WordPress WordPress.com Blogging Web Design Bloggers
WordPress tips
WordPress tricks
template files
template tags
using WordPress
WordPress Themes
WordPress newsWordPress Plugins
How to use WordPress.com
WordPress.com tips
WordPress news
WordPress.com bloggers
Who uses WordPress.com
Why use WordPress.com blogs
Blogging tips
How to blogBlog writing
Who blogs
Who reads blogs
How do blogs work
Blog technology
Tools and resources
CSS
HTML/XHTML
Design ElementsWebsite development
Browser bugs
Layout and structure
Tools and resources
Who blogs
Types of blogs
Types of bloggers
Blogging communities and groups
Blogging societies and clubsBlog networks and networking

Dari daftar yang anda buat itu, pilihlah kategori anda. Jika anda mengetahui apa yang akan anda tulis, kemudian buatlah sebuah kategori pada masing-masing pokok bahasan.

Dari daftar yang dibuat Lorrele di atas, Ia mengeset kategori awalnya sebagai Blog Babble (tentang blogging dan bloggers), Web Wise, WordPress News, WordPress Tips, dan WordPress.com. Beberapa bulan kemudian, ia memiliki cukup artikel untuk membuat kategori yang lebih banyak lagi.

Ok, mulailah dengan kategori yang anda perlukan dan anda bisa menambahkannya lagi anti.

Dengan anda memiliki outline tujuan dan kategori, akan diperlukan beberapa menit untuk menuliskan beberapa ide cerita tentang tulisan blog anda pada setiap masing-masing kategori. Direkomendasikan setidaknya memilikinya tiga kategori, lebih bagus lagi mungkin lima, untuk menolong anda untuk mengawalinya. Jadikan itu sebagai bagian dari perencanaan untuk menulis dari ide awal dalam minggu-minggu pertama dan kedua dalam kehidupan blog anda.

Dengan ide yang jelas dari suatu topik anda akan melakukan blogging, menuliskan satu atau dua buah kalimat deskripsi, atau bahkan sebuah paragraf, yang mendeskripsikan apa yang menjadi bahasan utama blog anda. Dari situ, datanglah judul dan subjudul untuk blog baru anda, yang secara spesifik membantu pada apa yang semestinya menjadi isi blog anda.

Dengan judul blog baru, subjudul, paragraf deskripsi, kategori, dan beberapa ide-ide untuk artikel, maka jari anda siap untuk menari di atas tuts keyboard untuk mengisi blog, anda telah siap untuk melakukan langkah berikutnya.

Untuk Pemula

Anda baru saja membuat blog untuk pertama kalinya dengan WordPress.com. Sekarang apa yang harus anda lakukan dengan blog itu?

Coba gunakan cara praktis berikut untuk mengenali isi situs/blog anda.

Metode yang biasa dilakukan untuk memulai nge-blog dengan wordpress.com adalah membuat blog anda tampil cantik. Untuk melakukan itu, pertama membuat 2 buah tulisan kemudian menampilkannya (Publish). Tulisan apa saja, sembarang, yang penting anda perlu belajar bagaimana mengisi blog anda dengan tulisan. Untuk menulis sebuah tulisan (post), klik ” New Post” pada Panel admin wordpress (My Dashboard), isi judul tulisan, mulailah menulis, kemudian letakkan dalam suatu kategori.

Anda dapat membuat beberapa kategori dengan menuliskan kata (atau beberapa kata) di dalam kotak Kategori (biasanya ada di samping kanan Editor Tulisan) kemudian klik Tambah. Dengan nge-klik “Tambah” anda telah membuat kategori baru (tunggu beberapa saat yah). Untuk memilih kategori itu, klik kotak ceklist yg ada di kiri setiap kategori. Kalau sudah siap tulisan anda untuk ditampilkan, Klik saja “Tampilkan”.

Setelah anda mem-publish (menampilkan) 2 tulisan, klik Presentation (Tampilan) ada di menu utama dashboard dan gulung ke bawah untuk memilih/melihat-lihat daftar Tema WordPress yang tersedia. Pilih salah satu tema tadi dengan me-klik-nya kemudian Lihat Situs anda. Coba jelajah situs denagn tema yang telah anda pilih itu, lihatlah bagian front page (halaman depannya), coba lagi bikin tulisan dan menampilkannya, sekali lagi jelajah semua isi situs tadi. Kenali semua sisi-sisi situs dengan tema tadi. Anda menyukainya, ok mulailah nge-blog. Gak suka? Ubahlah dengan tema lain yang tersedia.

Anda telah melakukannya. Penge-blogan telah dimulai.

Ups… perlu ditambahkan, sebelum anda mengakhiri kegiatan per-blog-an jangan lupa untuk mengubah password pemberian WP.com, ganti dengan password buatan anda sendiri sehingga mudah anda ingat. Masuk ke My Dashboar >> MyProfil(Profil saya) terus gulung ke bawah, sampai dijumpai ini:

Kategori dalam WordPress sangatlah dibutuhkan. Karena itu kategori haruslah selalu ada walau hanya satu. Kategori dipergunakan untuk mengelompokkan artikel dan link. Sebagai default, WordPress telah membuatkan kategori Uncategories untuk menangani artikel-artikel anda dan kategori Blogroll untuk menangani link-link favorit anda. Anda dapat menambah, mengganti bahkan menghapus kategori yang diinginkan. Berikut ini caranya.

1. Menambah Kategori

Untuk menambah kategori caranya sebagai berikut :
a. Klik menu Manage
b. Klik sub menu Categories
c. Klik link Add New
d. Masukkan nama kategori dalam kotak isian Category Name
e. Klik tombol Add Category
Kategori baru telah ditambahkan ke dalam website.

2. Mengedit Kategori

Untuk mengedit kategori caranya sebagai berikut
a. Klik menu Manage
b. Klik sub menu Categories
c. Cari kategori yang diinginkan
d. Klik tulisan edit yang sebaris dengan kategori yang diinginkan
e. Gantilah category name dengan kategori yang diinginkan
f. Agar category slugnya sesuai dengan nama kategori, sebaiknya kotak isian category slug dihapus saja agar wordpress dapat membuatkannya untuk anda.
g. Klik tombol Edit Category

3. Menghapus Kategori

Untuk menghapus kategori caranyapun sangat mudah.
a. Klik menu Manage
b. Klik sub menu Categories
c. Cari kategori yang diinginkan
d. Klik tulisan Delete yang sebaris dengan kategori yang diinginkan

Anda bisa menyiapkan seluruh kategori terlebih dahulu. Bila belum ada artikel pada suatu kategori, maka link kategori akan disembunyikan secara otomatis.

Theme ibarat sebuah kulit bagi blog. Theme yang mengatur tampilan blog kita. Mengganti theme di WordPress amatlah mudah dan cepat. Bagi kamu yang masih pemulapun themes WordPress begitu mudah digunakan. Untuk mengganti themes, pertama-tama kamu perlu mencari menyiapkan themes baru. Setelah itu tinggal di upload ke folder wp-content/themes/. Gunakan FTP seperti yang udah dijelasin pada artikel yang lalu. Kalo lupa, silahkan dilihat lagi yach.

Setelah file-file themes terupload semua, sekarang tinggal mengaktifkannya. Masuklah ke dashboard, klik menu Presentation – Themes. Akan muncul screenshot themes baru disana yang siap diaktifkan. Untuk mengaktifkannya, tinggal klik gambar screenshotnya saja.

Nah, berikut ini beberapa link untuk berburu themes wordpress. Insya Allah di blog inipun akan saya perkenalkan themes-themes yang bagus (menurut saya sih) Saya juga lagi coba-coba belajar bikin themes. Insya Allah juga akan ditampilkan disini, berdampingan dengan themes-themes populer lainnya…heheheheee

Kembali ke Laptop… inilah dia daftar website yang punya gudang themes. Selamat berburu:

Desain atau template memang bukan segala-galanya bagi kesuksesan sebuah blog. Tetapi sembarang desain akan mengaburkan tujuan blog itu sendiri dan ujung-ujungnya berpengaruh terhadap kuantitas dan intensitas pengunjung yang dituju.

Tips dan pertimbangan dalam memilih desain blog adalah salah satu faktor yang membuat sebuah blog berhasil menciptakan komunitas pembacanya sendiri.

1. Identifikasi tujuan situs blog. Blog apa yang ingin Anda buat? Blog yang khusus tentang musik, film, kuliner, politik, gadget, travel, bisnis atau mode? Apapun tujuan Anda, yang penting rumuskan dulu dengan baik.

2. Identifikasi kebutuhan spesifik blog Anda. Jika tujuannya sudah dirumuskan, bisakah lebih Anda pertajam lagi? Misalnya, Anda ingin membuat blog tentang politik, fine, tapi apanya? Apakah jurnal tentang politik? Tokoh-tokoh politik – profilnya atau omongannya atau kutipannya? Referensi-referensi tentang ilmu politik? Semakin tajam, niche blog akan akan semakin kelihatan.

3. Identifikasi audiens Anda. Siapa pembaca yang Anda bidik? Mahasiswa? Akademisi? Umum? ABG? Ibu-ibu? Gamer?

4. Fokus tampilan blog. Apakah blog Anda akan lebih fokus pada teks atau gambar/foto/video? Jika yang akan dipilih adalah kombinasi, mana yang paling dominan?

Coba rumuskan kebutuhan visualnya.

  • Topik “beratâ€?. Blog dengan topik-topik serius seperti politik atau jurnal, desainnya bisa menggunakan tema-tema konservatif, elegan, simple dan seterusnya. Sebaiknya jangan memilih warna yang terlalu rame.
  • Topik “sedangâ€?. Misalnya untuk blog tentang travel atau kuliner, Anda bisa memilih desain-desain yang inspiratif plus warna-warna cerah. Pertimbangkan juga desain di mana foto-foto yang akan Anda pajang tetap “matchâ€? dengan karakter desainnya.
  • Topik “ringanâ€?. Blog tentang musik, game, anak muda dan seterusnya. Desain yang rame dan warna-warna ngejreng layak dipilih. Bisa menggunakan tema-tema ekstrem, unik atau “brutalâ€?.

Pembagian “berat�, “sedang� dan “ringan� ini hanya sekadar contoh saja. Ini penting menjadi pertembangan. Sebab, jangan sampai blog dengan topik “berat� menggunakan warna yang ngejreng, sedangkan blog “ringan� menggunakan tema konservetif.

5. Pilih desain yang tepat. Ada ratusan “kalau bukan ribuan� template-template desain gratisan yang bertebaran di blogosfer: tinggal pilih dan jangan lupa sesuaikan tujuan dan pertimbangan di atas.

Ini adalah kelanjutan rangkaian panduan nge-blog dengan WordPress. Kalo kamu masih pemula di bidang per-WordPress-an, maka artikel ini wajib kamu baca dan kalo perlu di bookmark atau disimpen baik-baik. Ini adalah inti dari blogging. Yaitu manajemen artikel. Setiap blog selalu memiliki fasilitas ini. Fasilitas untuk menambah, mengurangi atau mengedit artikel yang ada di dalam blog. Insya Allah saya akan membuat artikel ini dalam beberapa bagian.

Add an Article

Untuk menambah artikel di WordPress caranya sangat mudah, selain dengan menggunakan software-software blogging yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, kita juga bisa menggunakan Write Form dari Dashboard. Untuk mengaksesnya terlebih dahulu kita perlu login ke dashboard dengan mengunjungi http://domain-kamu.com/wp-login.php

Selanjutnya tinggal mengklik tulisan Write a post, maka sebuah form pengiriman artikel akan muncul. Namun, bagi kamu yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, kamu hanya akan melihat dua buah kotak saja tanpa tombol sama sekali, sehingga bagi kamu yang kurang paham dengan HTML, cara ini kurang menyenangkan. Maka, bagi yang memakai 100webspace sebagai hostingnya, saya sangat menyarankan untuk menggunakan BlogJet ataupun wBloggar sebagai sarana pengiriman artikelnya.

Sedangkan bila kamu memakai hosting yang lain misalnya Awardspace, 110mb, ataupun ueuo, insya Allah tombol-tombol untuk editing format text akan muncul.

Saya kurang tahu kenapa bisa begini, tapi kemungkinan karena bertabrakan dengan script iklan yang ada di 100webspace. Jika tombolnya muncul, maka tampilannya akan seperti ini :

Sekarang saya akan coba jelasin masing-masing fungsi dari kolom-kolom diatas :

  1. Title – Isilah dengan judul artikelnya
  2. Post – Ada dua tab, yang satu Visual, menampilkan artikel dalam mode WYSIWYG editor, kamu bisa langsung melihat hasilnya saat mengedit format textnya. Tab yang kedua adalah Code, tempat kamu melihat kode HTML dari artikel yang hendak kamu publikasikan ini.
  3. Categories – Digunakan untuk mengatur penempatan artikel pada kategori tertentu. Anda dapat menempatkan sebuah artikel pada beberapa kategori sekaligus.
  4. Discussion – Mengatur apakah anda membuka komentar atas artikel anda. Juga mengatur apakah anda mengijinkan mesin agregator membaca artikel anda.
  5. Post Password – Memberi password pada artikel. Digunakan untuk artikel-artikel yang sifatnya rahasia.
  6. Post Slug – Adalah tampilan URL yang anda inginkan (digunakan bila kamu mengaktifkan opsi permalink). Misal anda isi artikel_satu maka jika artikel ini dibuka akan tampil dalam address bar http://domain-kamu.com/artikel_satu/
  7. Post Status – Digunakan untuk menampilkan status artikel. Ada 3 pilihan yaitu Published (sudah dipublikasikan), Draft (masih rancangan), Private (artikel pribadi/rahasia).
  8. Post Timestamp – Digunakan untuk mengatur tanggal penerbitan artikel. Secara default, tanggal sama dengan saat anda menulis artikel. Bila dibuat tanggal yang akan datang, maka artikel akan muncul saat tanggal yang ditentukan.
  9. Upload – Digunakan bila kamu ingin mengupload sebuah file (misalnya gambar) dan akan memasukkannya ke dalam artikel.

Setelah selesai mengetik artikel, kamu bisa langsung mengklik tombol Publish, namun bila kamu masih ingin menyimpannya dulu klik saja tombol Save and Continue Editing, sedang bila kamu cuma ingin menyimpannya untuk diedit di waktu yang lain klik tombol Save.

Add a Picture

Untuk menambah gambar/picture seperti udah dijelasin diatas, kamu bisa memanfaatkan fasilitas upload yang ada di kolom Upload. Secara default, gambar-gambar yang kamu kirimkan akan disimpan di folder wp-content/uploads dan dimasukkan ke dalam folder-folder dengan nomor tahun dan bulan. Jadi misalnya kamu mengupload tahun 2007 bulan Februari, maka gambarmu akan disimpan di wp-content/uploads/2007/02. Nah, jika kamu merasa kebingungan dengan aturan default ini, kamu bisa merubahnya di menu Options – Miscellaneous.

Disini saya merubah default uploads folder menjadi images. Sehingga bila kita menguploads dari sini, gambar akan langsung mengarah ke http://cafeblogger.web.id/images.

Kembali ke kolom Write, cobalah untuk mengupload sebuah gambar, klik tombol Browse dan carilah gambar yang ingin diupload. Setelah ketemu klik OK dan klik Upload. Maka sebuah tab baru akan muncul lengkap dengan tumbnail gambar yang barusan kamu upload seperti ini :

Sekarang kamu perlu memilih tampilan yang kamu inginkan. Misalnya bila gambarnya cukup besar, kamu bisa memilih Thumbnail yang nantinya dia akan menampilkan sebuah gambar kecil dan link menuju gambar sesungguhnya. Tapi bila gambarmu ndak terlalu besar dan kamu ingin segera bisa dinikmati oleh pengunjung, maka pilihlah Full size.

Pilihan berikutnya adalah apakah images akan di link ke file tersebut, ke halaman yang lain atau tidak sama sekali. Untuk memasukkannya ke artikel, cukup dengan mengklik Send to Editor.

Mengedit atau menghapus artikel memang jarang dilakukan, kecuali jika kamu hendak menjadikan blogmu benar-benar bermutu dan perfect! Terkadang pengunjung menyampaikan beberapa kritik terhadap artikel kita, bisa jadi karena data yang kurang tepat, ulasan yang perlu ditambah atau mungkin saran-saran untuk menyempurnakan sebuah artikel. WordPress sangat memudahkan kita untuk itu. Kita bisa mengedit artikel yang terlanjur dipublikasikan, kita juga bahkan bisa menghapusnya bila memang sudah tak relevan lagi.

Sekarang mari kita bahas satu per satu pengeditan artikel ini. Yang pertama kita mulai dari editing artikel dulu. Siapkan sabuk pengaman, siapkan teh hangat dan kalo perlu biskuit yang enak.

Editing Article

Mengedit artikel ada beberapa cara, yang pertama melalui Dashboard sedang yang kedua langsung dari artikelnya (dengan catatan kamu menempatkan fungsi editing pada themes). Mari kita bahas cara yang pertama yaitu Mengedit Melalui Dashboard.

Seperti biasa, karena kita akan mengedit melalui Dashboard (dan juga manajemen lain) kita perlu login dulu. Selanjutnya klik menu Manage – Posts. Kamu akan mendapatkan daftar artikel yang ada di blogmu seperti ini :

Cari artikel yang ingin diedit dengan menggunakan form Search Posts atau dari daftar yang ada. Setelah ketemu tinggal klik tulisan Edit. Selanjutnya kamu akan dibawa ke halaman editor artikel yang sama dengan halaman Write Post. Begitu selesai mengedit, kamu bisa langsung klik tombol Save. Pekerjaan telah selesai.

Cara yang kedua adalah melalui artikel langsung. Bila kamu sedang membaca artikelmu sendiri dan menemukan kekurangan, kamu bisa langsung mengeditnya. Caranya tentu aja kamu harus login dulu seperti biasa. Kemudian langsung menuju blogmu.

Bacalah beberapa artikel di blogmu sendiri dan bila ketemu yang janggal, langsung klik tulisan edit yang ada di artikel tersebut. Penempatan link edit berbeda-beda setiap themes. Jadi kamu harus mencarinya sendiri. Biasanya link edit ditempatkan bersamaan dengan link comment, category dan author name. Cobalah cari disana.

Berikut ini contoh link edit yang ada di blog ini :

Kamu tinggal mengklik link tersebut, maka halaman editor article akan muncul dan kamu bisa mengeditnya seperti sudah dijelaskan diatas. Selesai mengedit klik tombol Save dan kamu akan dibawa kembali ke halaman artikelmu.

Catatan : link edit ini biasanya hanya muncul kalo kamu sudah login ke WordPress. Jadi pastikan kamu login dulu saat mengunjungi blogmu.

Deleting Article

Untuk menghapus artikel yang sudah tak sesuai lagi, caranya sangat gampang. Cukup login ke Dashboard, klik menu Manage – Posts, kemudian klik tulisan Delete yang sejajar dengan judul artikel yang ingin dihapus. Sebuah peringatan konfirmasi akan muncul tekan OK jika setuju menghapusnya dan tekan Cancel untuk membatalkan.

Artikel yang biasa kita tulis, akan ditampilkan secara bergantian di halaman depan. Bila ada artikel baru yang kita publikasikan, maka artikel yang lama akan turun. Demikian seterusnya hingga artikel tersebut hilang dari halaman utama dan masuk ke halaman arsip (biasanya berdasarkan kategori dan bulan publikasinya).

Trus, gimana kalo kita ingin membuat artikel yang sifatnya menetap, linknya terus ada di halaman utama dan pengunjung bisa langsung mengaksesnya tanpa harus masuk ke halaman arsip atau mencarinya menggunakan fasilitas pencarian artikel? Jawabnya adalah dengan membuatkannya halaman statis. Dan WordPress mempunyai fungsi untuk itu. Namanya Pages. Dengannya kita bisa membuat halaman khusus berisi informasi yang ingin kita munculkan selalu di halaman utama atau di tiap halaman blog kita. Halaman statis ini biasanya berisi profil pemilik blog, tujuan pembuatan blog atau hal-hal lain yang ingin ditampilkan.

Untuk membuat halaman statis (pages) caranya sangatlah mudah. Pada prinsipnya pages adalah artikel juga, hanya saja penempatannya yang sedikit special. Pages juga bisa dibuat secara bercabang, misalnya dalam pages About kita juga memasukkan Photo Gallery, Family dan juga Tawaran Bisnis. Sekarang mari kita pelajari betapa mudahnya membuat halaman statis dengan menggunakan WordPress.

  1. Login ke Dashboard seperti biasa
  2. Klik menu Write – Write Page
  3. Sekarang kamu bisa mengetikkan artikel yang akan dijadikan halaman statis. Tampilan editor pages sama dengan editor artikel bukan?
  4. Bila kamu pengen membuat halaman ini berada di bawah halaman tertentu, misal kamu pengen membuat halaman tentang keluargamu di bawah halaman About Us, maka bukalah kolom Page Parent dengan mengklik tanda + di headernya. Kamu akan menemukan menu drop down berisi halaman-halaman statis yang pernah kamu buat.
  5. Pilihlah di halaman mana artikel ini diletakkan.
  6. Bila selesai, klik tombol Publish untuk mempublikasikannya.

Pembuatan halaman statis ini harus menggunakan editor WordPress, sehingga kamu ndak bisa membuatnya dengan menggunakan BlogJet. Bila kamu tetap ingin membuat halaman statis menggunakan BlogJet, maka ketiklah dulu artikelmu, kemudian setelah selesai buka codenya (klik menu View – Code). Sekarang tinggal copy paste aja ke editor WordPressmu.

Suatu ketika, mungkin kita tak ingin menggunakan font standart yang disediakan WordPress atau themes yang kita pakai. Terkadang kita pengen sesuatu yang beda, yang norak dan keren abis! Apa bisa WordPress melakukannya? Jawabnya adalah bisa dan itu sangatlah mudah banget.

Merubah Font WordPress

Saat kita perhatikan, ternyata di form posting artikel tak kita dapati isian atau pilihan untuk mengubah jenis maupun ukuran huruf, maka kita perlu memasukkannya secara manual. Silahkan klik Tab Code yang ada di Menu Write – Post

Disana sisipkan kode HTML berikut untuk merubah font :

<font style=”jenis_font” size=”ukuran” color=”warna”>Tulisan Anda</font>

Jika kita hendak membuat tulisan dengan font verdana, ukuran +1 dan warna merah, masukkan kode berikut ini :

<font style=”verdana” size=”+1” color=”red”>Bukan Yang Biasa</font>

Maka jadinya akan seperti ini

Bukan Yang Biasa

Aneka variasi font lain bisa juga digunakan. Bila dalam form WordPress hanya disediakan beberapa format yaitu Bold, Italic dan Underline, kamu bisa membuat beberapa format lagi diantaranya :

  1. StrikeThrough menggunakan code <s>…</s>
  2. Code menggunakan code <code>…</code>
  3. Variable menggunakan code <var>…</var>
  4. Sample menggunakan code <samp>…</samp>
  5. Keyboard menggunakan code <kbd>…</kbd>
  6. Citation menggunakan code <cite>…</cite>
  7. menggunakan code <del>…</del>
  8. Inserted menggunakan code <ins>…</ins>

Dengan menggunakan kode-kode diatas, kamu bisa lebih variatif lagi dalam menulis blog.

Menggunakan bantuan Word

Masih susah dengan kode-kode diatas, bagaimana kalo saya ajarin memasukkan artikel di Word, lengkap dengan variasi fontnya ke dalam WordPress.

Buat kamu yang males banget ngeliat kode, ada baiknya kamu memakai Microsoft Word terlebih dahulu untuk melakukan pengeditan. Namun, jika kamu hanya menggunakan format-format standart WordPress saja, maka menggunakan text editor WordPress saya rasa sudah sangat cukup.

Nah, pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetikkan artikel, lengkap dengan segala format font dan atributnya di Word. Setelah merasa cukup mantap, kamu bisa langsung memblok semua tulisan, kemudian mempastekannya ke Text Editor WordPress.

Dan inilah contoh hasilnya :

Tulis dari Word dimasukkan ke WordPress

Kelemahan dari cara ini adalah, kode yang dimasukkan lebih banyak dari biasanya. Karena Word tak menggunakan kode-kode standart HTML, dia banyak memakai kode span dan style sehingga bisa divariasi sebanyak mungkin. Nah, silahkan pilih pake Text Editor WordPress atau Word.

Secara default, artikel akan ditampilkan seluruhnya di halaman utama, hal ini tentu akan sangat mengganggu pengunjung yang harus melakukan scrolling. Hal ini terkecuali jika kita hanya menempatkan satu artikel saja di halaman utama. Kebanyakan blogger membuat potongan awal tulisan di halaman utama, kemudian pengunjung hanya perlu mengklik link Read More.. untuk bisa membaca seluruh artikel, seperti yang ada di blog ini.

Menggunakan Excerpt

Cara pertama adalah dengan mengganti tag the_content() dengan the_excerpt() pada template WordPress halaman utama. Biasanya di post.php atau index.php. Maka, setiap kali kita memasukkan artikel, akan muncul 55 kata pertama di halaman utama, atau jika kamu pengen menentukan sendiri kata-katanya, kamu bisa memasukkannya langsung di form excerpt yang ada di menu Write – Post.

Jika menggunakan cara ini, maka format HTML yang kita gunakan di dalam 55 kata pertama akan dihilangkan saat muncul di halaman utama. Kode tersebut baru akan berfungsi saat pengunjung memasuki halaman artikel.

Menggunakan More Tag

Cara berikutnya adalah menggunakan More Tag. Cara ini lebih simple, karena kita ndak bersentuhan langsung dengan kode-kode yang rumit. Caranya cukup dengan menekan tombol More yang ada di Editor WordPress. Perhatikan gambar berikut ini :

Dengan cara ini kode HTML dan format yang kita terapkan takkan dihilangkan, sehingga bisa muncul di halaman utama. Tapi jika kita terlupa untuk memasang tanda More, maka seluruh artikel akan ditampilkan. Tapi tentu saja, kita masih dapat mengeditnya lagi nanti.

Untuk merubah kata Read More dengan kata-kata yang lain, kita perlu sedikit menengok script themesnya. Temukan tag <?php the_content(‘Read More’);?>. Gantilah tulisan Read More dengan tulisan lain, misalnya Baca Selengkapnya… sehingga menjadi seperti ini :

<?php the_content(‘Baca Selengkapnya…’);?>

Membuat halaman bersambung sangat mudah dan guampaaaangg. Saking gampangnya, sebenarnya cuma butuh satu paragraf aja untuk menjelaskannya. Tapi masalahnya kalo cuma satu paragraf, kurang afdol and bikin kamu ndak suka baca… heehhe

Perintah untuk membuat paragraf bersambung sangat mudah, tapi saya kurang tahu apakah bisa digunakan di wordpress.com atau tidak, karena harus mengutak-atik themes. Jadi yang pake wordpress.com met mencoba aja yahh ??

Oke, kita langsung ke acara inti, pertama kamu perlu ngetik artikel yang mau disambung, setelah itu masuk ke tab code dan sisipkan baris ini:

<!-−nextpage-−>

Lalu lanjutkan dengan artikel yang masuk halam dua, setelah selesai beri lagi kode <!-−nextpage-−> dst.

Nah, di themes, tepatnya di single.php kamu perlu menyisipkan kode berikut :

<?php wp_link_pages(’before=<p><b>Pages :</b>&after=</p>&next_or_number=number&pagelink= %’); ?>

% (persen) akan diganti dengan nomor halaman. Selamat Mencoba

updating : Ternyata jika menggunakan wordpress.com cukup menyisipkan kode <!-−nextpage-−> saja sudah langsung bisa.

Blogger Mania, ciri khas sebuah blog adalah komentar. Dimana pengunjung bisa memberikan komentar apapun terhadap artikel yang kita tulis. Tak jarang, banyak sedikitnya komentar menentukan kualitas artikel yang ditulis. Tapi artikel yang bagus sekalipun terkadang juga tak banyak yang mengomentari. Jadi, hingga saat ini belum ada standart resmi untuk mengukur kualitas suatu artikel.

Back to Comment.. Karena setiap orang dapat dengan mudah memasukkan komentar terhadap tulisan kita, maka kita harus bisa memanajemeninya dengan baik. Karena tak semua orang memberi komentar sesuai artikel yang kita tulis. Seringkali ada yang malah berpromosi di komen box kita. Tugas kitalah untuk membersihkan, mengatur dan mengelola komentar-komentar yang masuk ini.

Memanajemen komentar sebenarnya sangat gampang lho blogger mania. Kamu cuma perlu login ke Dashboard, kemudian klik menu Comments.

Dalam setiap komentar, tersedia beberapa link dibawahnya. Berikut keterangannya :

  1. Edit – Bila kamu ingin mengedit komentar seseorang, atau ingin memberikan jawaban langsung di bawah komentarnya maka kliklah link ini.
  2. Delete – Bila komentar dianggap mengganggu artikelmu, misal terlalu Out of Topic, terlalu berpromosi, dll. Maka kamu bisa mengklik link ini untuk menghapusnya.
  3. Unaprove – Ini berguna jika kamu tak jadi menyetujui komentar ini.
  4. Spam – Kamu bisa mengidentifikasi komentar tersebut sebagai spam, kelak jika dia berkomentar lagi, maka akan langsung masuk Awaiting Moderation List.
  5. View Post; – Jika kamu lupa dia mengomentari artikel apa, kamu bisa melihat artikel yang dia komentari dengan mengklik link ini.

Sudah selesai? Ooh, masih belum Blogger Mania. Sekarang saya akan kasih tau sub menu lain terkait dengan komentar ini, yaitu Awaiting Moderation List alias Daftar Tunggu Moderator. Disini akan berkumpul komentar-komentar yang menunggu untuk disetujui. Secara default semua komentar akan masuk dalam daftar tunggu ini. Nah, biar kamu nggak repot-repot menyetujui komentar-komentar yang masuk daftar tunggu, sebaiknya fungsi daftar tunggu ini dimatikan kecuali untuk komentar-komentar tertentu.

Sekarang akan saya tunjukkan caranya kepada Blogger Mania semuanya.

  1. Klik Menu Options – Discussion
  2. Pada pilihan Before a comment appears: hilangkan tanda centang pada pilihan An administrator must always approve the comment dan juga pada pilihan Comment author must have a previously approved comment.
  3. Kamu bisa mengatur aturan pemakaian kata pada komentar, misal dilarang memakai kata-kata sex, fuck, suchs, dll. Masukkan kata-kata terlarang tersebut ke kotak Comment Moderation. Sehingga pengunjung yang memasukkan kata-kata terlarang itu akan ditahan di daftar tunggu.

Setelah selesai, kamu sudah bisa ongkang-ongkang kaki sekarang. hehehehe…. Tapi maaf kalo bikin kamu kecewa, cara diatas sebenarnya masih kurang efektif, tapi bila pemberi komentar di blogmu hanya beberapa saja, cara diatas sudah cukup. Insya Allah di category Plugins akan saya jelaskan tentang plugins untuk melawan spam yang nakal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s