searching array

Posted: 2 June 2010 in Terbaru

SEARCHING ARRAY

Dalam modul ini akan dibahas proses pencarian / searching data pada suatu array / barisan data. Jika diketahui ada sebuah array / barisan data bernama A yang menampung 10 data yang bertipe integer sbb A={1,2,3,4,8,5,7,9,6,0} dan kita diberi tugas untuk mencari beberapa data misal:
• Jika data yang akan dicari dalam array A adalah 6, maka dengan cepat dapat kita ketahui bahwa data 6 ada dalam array A pada index ke-9 (index pada array dimulai dari 0)
• Sedangkan jika data yang akan dicari dalam array A adalah 12, maka dapat disimpulkan bahwa array A tidak memiliki data 12 tersebut.
Sesudah memahami proses pencarian data yang sederhana tersebut dalam pikiran kita, sekarang permasalahannya adalah bagaimana mengimplementasikannya kedalam program ?.
Pada umumnya dikenal dua metode searching antara lain : Sequensial search dan binary search, Untuk lebih memahami, dimulai dari metode yang paling sederhana terlebih dahulu yaitu sequensial search.

Sequensial search
Disebut juga sebagai metode pencarian urut adalah metode pencarian yang paling mudah.
Sequential search memiliki proses sebagai berikut:
• Tentukan banyaknya data yang akan di olah, misal banyak data adalah N.
• Tentukan data apa yang akan dicari, misal data yang akan dicari adalah C.
• Deklarasikan sebuah counter untuk menghitung banyak data yang ditemukan, missal counternya adalah K.
• Inisialisasikan K =0
• Lakukanlah perulangan sebanyak N kali
• Dalam tiap proses perulangan tersebut periksalah apakah data yang sedang diolah sama dengan data yang dicari.
• Jika ternyata sama K=K+1
• Jika tidak, lanjutkan proses perulangan .
• Setelah proses perulangan berhenti, periksalah nilai K.
• Jika nilai K lebih dari 0, artinya data yang dicari ada dalam data /array dan tampilkan nilai K ke layer sebagai jumlah data yang ditemukan.
• Jika nilai K=0, artinya data yang dicari tidak ditemukan dalam data / array dan tampilkan ke layar bahwa data tidak ditemukan
• Proses selesai.

Dapat disimpulkan bahwa sequential search, akan mencari data dengan cara membandingkannya satu-persatu dengan data yang ada. Prosesnya tentu saja akan singkat jika data yang diolah sedikit, dan akan lama jika data yang diolah banyak. Disarankan proses ini digunakan pada jumlah data yang sedikit saja.

Coding Program Sequential Search untuk dicoba

GAMBARAN KERJA
Pada program diatas jumlah data yang akan diolah berjumlah 10 data dan disimpan kedalam array A[10] yang bejenis integer, array index[10] digunakan untuk mencatat index pada array A dimana data ditemukan daya tampung array sama dengan array A karena ada kemungkinan data yang akan dicari adalah semua data yang ada dalam array A. sedangkan variable I digunakan sebagai counter dalam proses perulangan, variable j digunakan sebagai counter untuk menghitung jumlah data yang ditemukan dan variable k digunakan untuk menyimpan data yang akan dicari.

Proses pertama adalah memasukkan data-data yang akan diolah ke dalam array A dan data yang akan dicari ke dalam variable K. setelah itu akan dilakukan perulangan sebanyak data yang ada dalam array A untuk mencari apakah ada data dalam variable K didalam array A, jika ada maka counter j akan mencatat jumlahnya dan array index akan mencatat pada index ke berapa data tersebut ditemukan. Setelah proses perulangan selesai, tampilkanlah hasil yang terdapat pada variable j dan array index ke layer.


Gambaran kerja program (Perhatikan koding diatas agar lebih jelas)
Misalkan pada perulangan yang pertama kita masukkan data sebagai berikut:

Array A (berisi data yang akan diolah)
ISI 1 3 5 8 6 5 7 11 9 0
INDEX 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Data yang akan dicari K=5
Proses pencarian / proses perulangan yang kedua

Array A (berisi data yang akan diolah)
ISI 1 3 5 8 6 5 7 11 9 0
INDEX 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Data ditemukan ketika i = 2
Maka K++ menjadi 1, artinya ada 1 data dalam array A
Array index akan menyimpan index tempat data tersebut ditemukan pada array A
Array index (berisi index data yang ditemukan pada array A)
ISI 2
INDEX 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Data ditemukan ketika i = 5
Maka K++ menjadi 2, artinya ada 2 data dalam array A
Array index akan menyimpan index tempat data tersebut ditemukan pada array A
Array index (berisi index data yang ditemukan pada array A)
ISI 2 5
INDEX 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Proses pencarian data selesai dan tampilkan hasil output
Data 5 yang dicari ada 2 buah  ambil dari variable K
Data tersebut terdapat dalam index ke: 2 5  ambil dari array index.

Binary search
Proses pencarian binary search hanya dapat dilakukan pada kumpulan data yang sudah diurutkan terlebih dahulu. Jika terdapat N buah data yang akan dolah, data yang dicari akan dibandingkan dengan data ke-N jika data ke-N lebih besar dari data yang dicari maka akan dilakukan pembagian data menjadi dua bagian. Kemudian ujung data pada setiap bagian dibandingkan lagi dengan nilai yang akan dicari.

Coding Program Binary Search untuk dicoba
Contoh kasus:
Ada 12 data 11 13 15 18 23 27 29 31 54 58 59 61
Data yang akan dicari : 13
• Proses 1
11 13 15 18 23 27 29 31 54 58 59 61  lebih besar dengan data yg akan dicari , lakukan pembagian data
• Proses 2
11 13 15 18 23 27 lebih besar dari data yang dicari, bagi 2 29 31 54 58 59 61
• Proses 3
11 13 15 lebih besar dari data yang dicari, bagi 2 18 23 27 29 31 54 58 59 61
• Proses 4
11 lebih kecil dari data yang dicari, abaikan saja 13 15 lebih besar dari data yang dicari, bagi 2 18 23 27 29 31 54 58 59 61
• Proses 5
11 13  sesuai data yang dicari 15 lebih besar dari data yang dicari 18 23 27 29 31 54 58 59 61

Dari proses diatas dapat disimpulkan bahwa binary search akan membagi-bagi sekumpulan data menjadi 2 bagian sampai data yang dicari ditemukan.

Kesimpulan

Sequential search lebih efektif jika digunakan pada sekumpulan data yang sedikit, sedangkan binary search efektif jika digunakan pada sekumpulan data yang berjumlah banyak.

Sequential search dapat digunakan pada sekumpulan data yang urut ataupun tidak urut, sedangkan binary search harus pada data yang sudah urut.

Interpolation search
Proses pencarian data ini hampir sama dengan proses pencarian binary search, pencarian ini juga dilakukan pada kumpulan data yang sudah urut. Akan tetapi jika pada binary search kita membagi data menjadi 2 bagian tiap prosesnya, pada interpolation search kita akan membagi data menurut rumus sebagai berikut:

Posisi = ( kunci – data[low] / data[high] – data[low] ) * ( high – low ) + low

Singkatnya proses pencarian interpolation search hampir mirip dengan proses pencarian kata dikamus, yaitu kita mencari data yang dimaksud dengan cara memperkirakan letak data.

Misal terdapat data sebagai berikut:
Kode Judul Buku Pengarang
025 The C++ Programming James Wood
034 Mastering Delphi 6 Marcopolo
041 Professional C# Simon Webe
056 Pure JavaScript v2 Michael Bolton
063 Advanced JSP & Servlet David Dunn
072 Calculus Make it Easy Gunner Christian
088 Visual Basic 2005 Express Antonie
096 Artificial Life : Volume 1 Gloria Virginia

Kunci Pencarian ? 088
Low ? 0
High ? 7
Posisi = (088 – 025) / (096 – 025) * (7 – 0) + 0 = [6]
Kunci[6] = kunci pencarian, data ditemukan : Visual Basic 2005
Kunci Pencarian ? 060

Low ? 0
High ? 7
Posisi = (060 – 025) / (096 – 025) * (7 – 0) + 0 = [3]
Kunci[3] < kunci pencarian, maka teruskan
Low = 3 + 1 = 4
High = 7
Ternyata Kunci[4] adalah 063 yang lebih besar daripada 060.
Berarti tidak ada kunci 060.

Coding Program Interpolation Search untuk dicoba
Array Splice/Explode
Secara harafiah, dapat diartikan sebagai metode untuk memecah-mecah array. Pemecahan array itu sendiri, tergantung berdasarkan apa array akan dipecah. Agar lebih jelas, lihat ilustrasi array splice pada gambar berikut :

Char P A K A N T O N
Indeks 0 1 2 3 4 5 6 7 8

Char P A K A N T O N
Indeks1 0 0 0 1 1 1 1 1
Indeks2 0 1 2 0 1 2 3 4

Ada pemecahan dari array of character 1 dimensi menjadi array of character 2 dimensi berdasarkan spasi pada inputan stringnya.
Coba coding array explode dan searchingnya berikut ini :

Pengembangan:

Soal:
Buat array rekening bank dengan ketentuan :
– Gunakan Struct (int no_rek, char nama[100], long saldo)

Buatlah fungsi-fungsi sebagai berikut :
– Add
– Edit
– Cari (Sequential)
– Setor
– Ambil
– Transfer
– Tutup Rekening (Delete)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s